Cinta Tak Mengenal Kata Lelah

 In blog

Kenalkan namaku, Bunga.

Aku lahir di keluarga yang bahagia, punya karir yang mapan juga sahabat-sahabat yang sangat menyayangiku. Sayangnya, masih ada satu hal yang terasa kurang dalam hidupku. Sampai saat ini, di usiaku yang sudah matang untuk menikah, sang belahan jiwa itu belum datang juga kepadaku.

Aku bukanlah tipikal wanita pemilih atau punya standar tinggi terhadap calon pendamping hidup. Aku juga tidak punya syarat yang terlalu berlebihan, hanya satu hal yang tidak bisa ditawar-tawar pria itu harus seiman denganku. Entah sudah berapa tahun kulalui dengan kesendirianku, untungnya ada keluarga dan sahabat yang membuatku mampu melewati semuanya.

Walau sering kali saat aku sedang sendiri, aku selalu mempertanyakan “Kapan jodohku datang?”, apalagi saat aku harus menghadapi acara keluarga atau reuni sekolah, pastilah pertanyaan kapan menikah itu akan semakin kencang diucapkan. Siapa sih, yang tidak ingin menikah? Aku pun ingin, namun aku menyadari aku perlu lebih bersabar lagi dalam menunggu kesempatan itu.

Sebenarnya bukannya aku menutup diri. Jauh di lubuk hatiku, aku jatuh cinta kepada seorang pria, sebutlah dia Pangeran. Karena selama bertahun-tahun dia lah yang menduduki tempat teristimewa di hatiku. Sayangnya, walau kami cukup dekat, dia tak pernah tahu perasaanku. Aku pun terlalu ragu untuk maju apalagi mengungkapkan perasaanku.

Aku hanya bisa menyimpan perasaan ini dalam-dalam. Aku mencintai Pangeran dalam diam. Kadang rasa lelah datang menghampiri, apalagi ketika aku melihat dia berganti pasangan di depanku? Kapankah dia menyadari bahwa ada aku yang mencintai dirinya?

Namun, aku menyadari cinta tak mengenal kata lelah. Cinta itu perasaan murni yang dianugerahkan Tuhan untuk setiap makhluk-Nya. Ketika aku memutuskan untuk jatuh cinta kepadanya, aku harus siap dengan segala risikonya. Aku harus siap perasaanku berbalas atau tidak.

Seperti kisah Andra dan Cinta dalam Cinta Pangeran Es  karya Dhinni Adhiawaty. Sekian lama Cinta memendam perasaannya terhadap Andra. Walau Andra selalu bersikap dingin, cuek bahkan tidak menganggap dirinya. Cinta tetap wanita biasa yang jatuh cinta.

Hingga 8 tahun berlalu, Cinta dan Andra bertemu dalam suatu situasi yang mengharuskan mereka bersama, akankah ada yang berbeda? Apakah 8 tahun mengubah Andra menjadi pria yang lebih baik atau masih tetap pria yang sama yang ditemui oleh Cinta? Bagaimana dengan perasaan Cinta terhadap Andra?

Kamu penasaran dengan kisahnya? Temukan dalam buku Cinta Pangeran Es karya karya Dhinni Adhiawaty.

[http://rizkymirgawati.blogspot.co.id]; ditulis untuk Book Tour Cinta Pangeran Es

Recent Posts

Leave a Comment

Hubungi Redaksi

Kamu dapat mengirimkan pesan email ke redaksi KataDepan lewat kotak ini.

Not readable? Change text.

Start typing and press Enter to search